Jumat, 07 November 2014

Menangislah Orang yang Melewatkan Dua Rakaat Sebelum Subuh

Shalat sunah dua rakaat sebelum sebelum subuh adalah salah satu shalat sunnah yang paling dianjurkan oleh Rasulullah SAW. karena mempunyai banyak keutamaan di dalamny, seperti sabda Rasulullah SAW.

 


Dua rakaat sebelum fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.

Banyak sekali istilah yang menggambarkan dua rakaat sebelum subuh ini, ada yang menyebutnya shalat sunnah fajar dan ada juga yang menyebutnya sebagai shalat sunnah subuh. Ada pula yang mengatakan shalat sunnah barad mungkin karena dilaksanakan ketika hari masih dingin. Ada pula yang menamakan shalat sunnah ghadat yaitu shalat sunnah yang dilakukan pagi-pagi sekali.

Maka dari itu dalam Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi memperbolehkan niat shalat dua rakaat subuh ini dengan berbagai macam istilah tersebut. Misalkan ushalli sunnatal fajri rok’ataini ada’an lillahi ta’ala. Atau boleh juga ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala  sunnatas  subhi, dan seterusnya, atau ada juga yang lebih jelasnya lagi dan anda boleh menggunakan niat ini yaitu:



Usholli sunnatas shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala

Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan shalat ini diantaranya adalah anjuran untuk tidak berlama-lama dalam shalat, mengingat predikat shalat ini adalah shalat sunnah. Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia dan seisinya tetapi kita dianjurkan untuk tidak terlalu lama menjalankanya.

Selain hal diatas karena kita juga mengikuti tata cara shalat yang dilakukan Rasulullah SAW. ketika menjalankan shalat ini yaitu, (liitba’I sunnatir rasul) yang cukup membaca surat al-Kafirun dalam rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan al-Ikhlash (setelah al-fatihah) pada rakaat kedua. Atau membaca Alam Nasyrakh (surat al-Insyirakh) pada rakaat pertama dan Alam Taro (Surah al-Fiil) pada rakaat ke dua.

Selain itu setelah kita menjalankan shalat sunnah tersebut ada anjuran ketika kita berwirid dan menunggu datangnya waktu subuh seperti tersebut pula dalam Nihayatuz zain  anjuran untuk membaca wirid khusus setelah dua rakaat sambil menunggu shalat subuh. Bacaan itu adalah (1) Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa anta, 40 kali. (2) Surat Al-Ikhlas, 11 kali (3) Surat Al-Falaq, 1 kali (4) Surat An-Nas, 1 kali dan (5) Subhanallah wa Bihamdihi, Subhanallahil Adhim, Asytaghfirullah, 100 kali. 

 Demikianlah keterangan dua rakaat sebelum shalat subuh yang menurut sebagian ulama dikategorikan sebagai rawatib (sebagaimana shalat qabliyah lainnya) yang dilaksanakan sebelum shalat subuh, semoga dengan kita mengetahui segala keutamaan dan kebaikanya kita tidak lalai untuk melewatkanya dan kita semakin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Aamiin


1 komentar:

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com